Showing posts with label Experiences. Show all posts
Showing posts with label Experiences. Show all posts

Saturday, November 28, 2009

Selalu Ada Waktu Untuk Menjadi Penulis Hebat

Assalamualaikum wr wb

Banyak dari kita yang membayangkan bagaimana enaknya menjadi penulis yang bukunya menjadi best seller, diluar negeri karya paling fenomenal adalah Harry Potter nya JK Rowling dimana dari royaltinya saja menurut Majalah Forbes tahun 2005 sudah mencapai 576 Juta Poundsterling (lebih dari US$ 1 Milyar), dari dalam negeri tidak kalah dahsyatnya bagaimana larisnya buku berjudul Ayat-ayat Cinta nya Kang Abik panggilan Habiburrahman El Shirazy. Tetapi tahukah kita bahwa untuk menghasilkan karya-karya yang fenomenal memerlukan pengorbanan yang kita tidak ketahui ? Saya sangat meyakini bahwa kesuksesan mereka tidak datang dengan sendirinya! Mereka memang mempunyai mental sebagai pemenang. Pernahkah kita membayangkan jika karya-karya yang fenomenal tersebut tidak diterbitkan, tetapi hanya ditulis di buku diary pribadi ? Apa jadinya juga jika tidak ada satupun penerbit yang mau menerbitkan karya kita ? Itu baru dari sisi finishing, belum dari sisi penulisan artikel. Ada saja tantangan yang menghadang dalam menulis, seperti bagaimana mengatur waktu antara keluarga dan menulis, kesulitan menuangkan ide menjadi tulisan, menganggap tulisannya kurang bermutu dan sebagainya. Nah, pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi pengalaman bahwa selalu ada waktu untuk menjadi penulis yang hebat. Ya, benar! Secara pribadi saya sedang mengalaminya, kebetulan saya masih memiliki anak balita yang selalu minta ditemenin main sepulang saya menyelesaikan aktifitas di kantor biasanya sekitar jam 19.00 WIB, sedangkan saya berangkat ke kantor biasanya sehabis Sholat Subuh. Walaupun saya belum menghasilkan tulisan yang dibukukan, namun saya aktif menulis di blog pribadi berbagi tentang pengalaman pribadi,motivasi sampai dengan ide bisnis, dan saya berusaha untuk menuliskan ide atau pengalaman paling lama seminggu sekali. Kalau dilihat dari rutinitas saya keseharian, praktis saya hanya bisa meluangkan waktu diatas jam 22.00 WIB setelah anak-anak istirahat, karena anak saya juga membutuhkan waktu saya untuk berbagi, mengajari kakaknya belajar computer dan menemani adiknya bermain. Sibuk bener ya? Diatas jam 22.00 WIB biasanya otak saya sudah sangat lelah, sehingga saya kesulitan untuk menuangkan ide atau pengalaman dalam artikel. Hal ini menyebabkan saya fakum menulis untuk beberapa minggu tanpa solusi yang jelas. Beberapa kali saya merenung untuk mencari solusi yang tepat. Dan akhirnya saya menemukannya ! Yes! Yang menjadi kendala adalah bagaimana mengatur waktu agar win-win solution, sementara saya yakin dengan moto selalu ada waktu untuk menjadi hebat. Resep saya ini boleh dicoba loh ! Apa itu ? Luangkan 5 menit disela waktu untuk menulis, kalau dikumpulin ternyata hasilnya lumayan banyak waktu yang kita luangkan. Yuk kita hitung bersama! 5 menit pertama ketika berangkat ke tempat kerja, 5 menit kedua setelah sholat dhuha, 5 menit ketiga setelah sholat Dhuhur, 5 menit keempat sehabis sholat Ashar dan 5 menit kelima ketika pulang dari tempat kerja. Oh iya bisa ditambahkan, tetapi yang ini optional ya ? Kadang ada yang suka “maaf” ke toilet untuk Buang Air Besar ketika jam kerja, nah ini juga bisa kita manfaatkan. Namun kita harus menyiapkan smartphone untuk keperluan ini. Oke jadi total ada 25 menit kan dalam sehari, itu sudah sangat cukup untuk menjadi satu artikel. Besoknya tinggal dikoreksi bahasa dan penulisannya, lalu besoknya lagi tinggal diposting. Jadi kalau kita komit dengan resep ini, barangkali satu minggu bisa menghasilkan beberapa artikel luar biasa loh. Akhirnya dengan resep ini, saya bisa kembali aktif menulis.

Jika kendala kita adalah waktu, satu kendala sudah teratasi, bagaimana menyelesaikan kendala yang lain ? Alhamdulillah sahabat kita Jonru mempunyai resep yang sangat dahsyat untuk menyelesaikan kendala-kendala tersebut dan dikemas dalam format eBook berjudul CARA DAHSYAT MENJADI PENULIS HEBAT, yang isinya tidak hanya memandu kita menjadi penulis hebat namun sampai bisa menjadi penulis sukses. Buku ini sangat direkomendasikan untuk kita baca dan miliki. Ssstt, ternyata banyak penawaran khusus yang diberikan di eBook ini loh selain harganya yang sangat kompetitif yaitu hanya Rp. 49.500,- juga masih mendapatkan diskon voucher sebesar Rp. 200 Ribu untuk mengikuti Sekolah Menulis Online (SMO). Dan ini kabarnya merupakan voucher diskon terbesar yang pernah diberikan di SMO. Eh, masih ada lagi yang lain loh. Pembeli produk CDMPH akan mendapat modul gratis SMO, mendapatkan bimbingan karir menulis seumur hidup dan didaftarkan dalam kelas SMO free trial. Dan penawaran super dahsyat ini hanya berlaku setiap pembelian eBook CDMPH saja loh, jadi tidak berlaku di versi cetak. Dan ketika versi cetaknya sudah beredar di toko-toko buku, maka otomatis penawaran super dahsyat diatas tidak berlaku lagi. Makanya buruan untuk segera membeli eBook CDMPH.

Jonru juga sudah menyiapkan website resmi Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat, klik di http://www.penulishebat.com, selain itu anda bisa bergabung di fan page nya http://www.facebook.com/penulishebat dan bisa mengikuti twitter nya di http://www.twitter.com/penulishebat

Bermimpi untuk menjadi penulis hebat tidak ada yang melarang, namun sangat dilarang apabila cuma hanya bermimpi dan tidak segera menyadari kekurangan dan kekuatan diri, dengan membeli eBook CDMPH, membaca lalu mempraktekkan serta mendapat bimbingan dari Guru kita Jonru. Bukan tidak mungkin, jika 2 atau 3 tahun mendatang saya menjadi salah satu penulis hebat di Indonesia bahkan di dunia. Amien.

Wassalamualaikum wr wb

Read rest of entry

Saturday, November 21, 2009

Menulis vs Mencatat

Assalamualaikum wr wb.

Pada posting kali ini saya akan share artikel tentang Menulis vs Mencatat, banyak motivator yang menyamakan antara menulis dan mencatat. Mereka mengelompokkan menulis sebagai kegiatan otak kiri, seperti yang kita ketahui bersama bahwa otak kiri cenderung monoton, logika, matematis, hafalan, serial dan sebagainya. Berbeda dengan otak kanan yang cenderung lompat-lompat dan kreatif.

Menulis memang berbeda dengan mencatat, yuk kita bahas satu per satu. Seperti sudah kita ketahui bersama bahwa mencatat adalah suatu kegiatan y
ang tanpa mengandalkan kreativitas. Mengapa ? Karena apa yang kita tulis adalah apa yang kita dengar saat itu, sehingga kegiatan ini termasuk hafalan dan merupakan kategori otak kiri.
Sedangkan saat menulis, dari kita semua pasti sudah pernah mendapatkan pelajaran mengarang sewaktu sekolah. Betul ? Apa yang kita tulis bermacam-macam, bisa karena pengalaman bisa juga karena pernah membaca buku dan hafal isinya, maka isi buku tersebut yang kita jadikan bahan tulisan. Tetapi kecenderungan orang menulis adalah berusaha untuk kreatif menciptakan tulisan dengan versi sendiri. Nah, ini adalah kegiatan otak kanan bukan ? Setuju ?
Oke, sekarang yang menjadi bahan renungan adalah bagaimana agar otak kanan kita bisa terasah. Karena selama ini otak kiri lah yang banyak dieksplor!
Sebetulnya kreativitas dapat dilatih, tergantung dari masing-masing pribadi ingin mencobanya atau tidak ? Paling sederhana adalah cobalah untuk merusak rutinitas anda! Bukan dalam konotasi negatif lo! Namun yang aktivitas yang positif, misal kebiasaan anda yang cowok dalam menaruh dompet ada disebelah kanan, coba pindahkan ke kiri. Kalau anda bepergian, cobalah untuk senantiasa mencari rute yang berbeda antara pulang dan perginya. Nah, ini baru permulaan loh! Selanjutnya tinggal diaplikasikan dalam aktivitas yang lebih terlihat seperti menulis, menggambar dan sebagainya. Setelah menjadi kebiasaan akan lebih mudah.

Selamat mencoba...

Wassalamualaikum wr wb.
Read rest of entry

Monday, August 17, 2009

The New Marketing Way : The Power of Sharing and The Power of Giving

Assalamualaikum wr wb

Pada posting kali ini, saya ingin berbagi cerita dengan pembaca semua. Kisah yang saya ceritakan ini adalah nyata dialami oleh seorang kawan baik saya yang kebetulan bekerja di sebuah perusahaan jasa telekomunikasi terbesar di negeri ini. Sebut saja namanya Mister T, beliau bekerja di perusahaan tersebut sudah cukup lama kurang lebih hampir 15 tahun dengan latar pendidikan teknis. Maka tidaklah mengherankan jika beliau di perusahaan tersebut menangani atau mensupport tim teknis. Kurang lebih selama 12 tahun beliau bergelut di teknis sebelum akhirnya beliau mencari tantangan baru di pemasaran. Ok, tidak ingin berpanjang lebar, saya akan segera ceritakan kisah beliau, dan mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi bagi temans pemasaran.

Kisahnya bermula ketika beliau ditunjuk untuk memimpin suatu department yang baru terbentuk, dan sedang menjadi pembicaraan di perusahaan tersebut. Namanya department baru, maka belum ada strategi yang baku dalam menjalankan visi dan misi department tersebut. Sangat wajar jika beliau juga belum tahu benar apa yang harus dilakukan. Beliau hanya dibekali beberapa SDM dan alur bisnis yang belum sempurna. Jelas ini merupakan tantangan tersendiri baginya. Apa yang pertama wajib dibenahi ? Yang beliau lakukan adalah membuat teamwork yang solid dan nyaman dalam menjalankan tugas keseharian. Beliau melihat banyak sekali miss information antara department nya dan kantor-kantor perwakilan di daerah. Banyak juga ketidakjelasan tugas antara department dan kantor perwakilan. Ini yang pertama disentuh oleh beliau. Jadi lebih ke pembenahan sistem organisasi. Bagaimana dengan target yang dibebankan ke department oleh pemimpin cabang dan pemimpin wilayah, apa strategi yang pas dan sesuai ? Sehingga angka-angka tersebut bisa dilampaui. Nah, cara beliau inilah yang ingin saya bagikan ke anda semua, karena Out of The Box, tidak semua orang setuju dengan konsepnya, namun hasilnya nyata. Bisa diukur secara kualitatif dan kuantitatif, dengan parameter yang sangat jelas.
Apa yang beliau lakukan memang belum pernah dilakukan oleh orang lain, namun apa yang dilakukan bukanlah seperti konsep pemasaran pada umumnya yang senantiasa mengandalkan strategi bagaimana produk bisa di deliver ke customer. Pada awalnya, beliau cukup mengalami kesulitan dalam memenuhi target yang dibebankan. Seperti yang sudah saya singgung diatas, belum ada strategi yang pas untuk mencapai target tersebut, karena department tersebut masih baru. Sehingga yang ada adalah metode trial and error, suatu metode yang sangat beliau benci.
Terinspirasi oleh dakwah ustadz Yusuf Mansyur pemilik wisatahati.com, beliau mencoba untuk mengaplikasikan apa yang disampaikan ustadz Yusuf dalam pekerjaan beliau. Ini adalah sesuatu yang bisa dilakukan tanpa memerlukan budget yang besar, yang menjadi kendala saat itu adalah SDM. Dalam memperlancar misi beliau, setiap hari Selasa beliau lakukan pembekalan kepada anak buahnya. Keberadaan department mulai saat ini harus berubah cara berpikirnya (mindset), bukan hanya sebagai koordinator dari rekans di kantor perwakilan namun lebih ke problem solver bagi rekans di kantor perwakilan. Inilah yang beliau kondisikan seperti itu, konsepnya dikenal sebagai the power of giving. Dimana sebagai pribadi kita sangat diajurkan untuk memberi kepada sesama makhluk ciptaan Nya, dan Alloh swt akan membalasnya berlipat ganda. Prinsip yang sama coba beliau terapkan dalam organisasi perusahaan, dan perlahan namun pasti mulai terlihat hasilnya. Memang tidak semudah membalikkan tangan, bahwa semua membutuhkan proses dan proses pasti membutuhkan waktu. Beliau tidak hanya mengenalkan the power of giving, namun juga sekaligus memperkenalkan the power of sharing. Untuk yang terakhir, inilah yang ternyata membuat teamwork menjadi lebih solid dan merasa nyaman karena mendapat support yang tiada henti. Semua lini organisasi merasakan kekuatan the power of sharing.
Setelah teamwork merasakan spirit yang sama, kini giliran beliau campaign dua slogan tersebut ke target market. Bukan lagi menjual suatu produk ke pasar, namun lebih menonjolkan keberadaan manfaat yang bisa diberikan kepada customer. Memaksa customer untuk membeli produk dengan berbagai gimmick adalah kemenangan sesaat, karena setelah gimmick berakhir atau ada penawaran produk yang lebih menarik dipastikan customer akan memalingkan ke produk yang lain. Jadi intinya adalah customer membeli produk adalah suatu efek dari suatu proses yang panjang, yaitu peran prinsipal dalam memberi manfaat dan membantu kesulitan atau sebagai problem solver bagi customernya. Inilah yang selalu beliau tekankan dalam FGD bersama customer dan calon customer. Dalam FGD, beliau tidak pernah menyinggung bahwa customer harus membeli produk namun sangat menekankan keberadaan prinsipal yang bisa menjadi hero bagi customer.
Hasil yang dicapai oleh beliau memang tidak jauh dari apa yang diajarkan oleh ustadz Yusuf Mansyur, yaitu rahasia sedekah dimana 1 kebaikan akan dibalas 10 kebaikan. Intinya apa yang dihasilkan beliau saat ini merupakan kelipatan 10x nya, sesaat sebelum beliau bergabung.
Apakah anda terinspirasi dan akan mencoba di perusahaan anda ?

Salam Sukses...

Wassalamualaikum wr wb

Read rest of entry

Monday, July 06, 2009

Dapatkah Pelanggan Loyal Diciptakan ?

Assalamualaikum wr wb.

Pertanyaan tersebut seketika meluncur, apa iya pelanggan kita benar-benar loyal dengan produk yang kita jual ? Kalau benar bisa bagaimana caranya ? Dengan kondisi seperti sekarang ini, mempertahankan customer yang loyal menurut saya jauh lebih baik ketimbang mengejar customer yang baru, yang belum tentu teruji tingkat keloyalannya ! Lalu bagaimana caranya agar kita bisa mendapatkan loyal customer ?

Ok, dalam postingan kali ini akan dibahas secara khusus mengenai bagaimana kita bisa men create our loyal customer ? Bagi yang bekerja di bagian pemasaran, kata-kata target untuk mendapatkan pelanggan baru bukanlah hal yang baru, biasa, malahan itu sudah menjadi makanan sehari-hari :). Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah dapatkan kita memberikan target itu kepada customer kita ? Jawabannya pasti No alias tidak bisa. Kita tidak bisa memaksakan our customer membeli produk kita (memberi target beli setaip bulannya), kalau hal ini tetap dilakukan apa yang akan terjadi ? Pelanggan akan merasa tidak nyaman, dan malah akan beralih ke kompetitor kita.
Alhamdulillah saya mempunyai experience yang bagus untuk di share, ini bukan cerita hayalan karena ini fakta dan saya bersama tim pernah melakukan survey langsung ke pelanggan. Ketika itu, kami sedang melakukan roadshow ke daerah-daerah untuk melakukan survey bagaimana distribusi produk kita di pasar. Kebetulan perusahaan kami menggunakan metode channeling yang terpisah dengan perusahaan alias menggunakan distributor untuk mendistribusikan produk di outlet-outlet. Nah dari beberapa outlet yang disampling untuk didatangi, mereka semua mengatakan senang apabila ada dari prinsipal yang mau memperhatikan mereka. Inilah jawaban yang selama ini kami cari, ternyata mereka tidak melulu mencari untung saat menjual produk kita, namun mereka juga sangat ingin diperhatikan oleh prinsipal. Karena dengan metode seperti itulah akan terbentuk ikatan emosional yang kuat antara prinsipal dan outlet.
Berdasarkan survey di lapangan tersebut, akhirnya manajemen memutuskan untuk mengadakan pelatihan kepada outleters mengenai manajemen arus kas, survival dan outbond. Dalam materi pelatihan tersebut tidak satupun mengharuskan mereka untuk menjual produk kita, tidak ada satu pun target agar mereka jualan produk kita. Hal ini membuat mereka sangat nyaman dalam mengikuti pelatihan tersebut. Acara ini diselenggarakan dalam 3 hari 2 malam, singkat cerita dalam perjalanan pulang menuju kampung halaman masing-masing yang ada di benak mereka hanyalah perasaan puas dengan acara yang telah diselenggarakan oleh kami. Tidak ada satupun yang komplain, padahal mereka harus meluangkan waktu khsusus untuk mengikuti pelatihan ini. Maklum kebanyakan dari mereka masih self employee (walau judulnya adalah pengusaha atau pemilik outlet), ya pemilik ya merangkap karyawan juga.
Nah apakah efeknya (mereka menjual produk kita lebih banyak ketimbang kompetitor) seketika ? Tentu tidak ! Tetapi kami sangat yakin, apa yang telah kita berikan kepada mereka akan membekas (selalu teringat) dengan produk kita. Kami tetap memonitor performance mereka dalam menjual produk kita tanpa mereka ketahui, secara overall distribusi produk kita jauh lebih baik dibandingkan sebelum diadakan pelatihan tersebut. Tolok ukur keberhasilan yang lain adalah setelah setahun kemudian, ternyata nama saya paling diingat oleh para pemilik outlet dan menanyakan kepada saya secara tidak langsung kapan acara semacam itu kembali diselenggarakan.

Contoh diatas adalah salah satu aplikasi men create our loyal customer, yaitu lebih membangun kedekatan, bicara dari hati ke hati, tidak perlu memberi mereka target untuk menjual, jadilah problem solvent (produk kita) bagi mereka dan terakhir buatlah mereka bangga ketika berhasil menjual produk kita.

Era top-down targetting buat customer sudah bukan eranya lagi, eranya sekarang adalah bagaimana mempertahankan existing loyal customer dan biarkan mereka menjadi free marketer kita (gartis). Baca juga artikel saya sebelumnya,
memenangkan market share tujuan utama ?

Sekarang anda yakin, bahwa loyal customer bisa kita ciptakan ?

Salam Sukses

Wassalamualaikum wr wb
Read rest of entry

Monday, June 22, 2009

Memenangkan Market Share Tujuan Utama ?

Assalamualaikum wr wb.

Dalam era kompetisi yang seperti sekarang ini banyak petinggi perusahaan berbeda dalam menyikapinya. Sebagai salah satu parameter ukuran keberhasilan perusahaan dalam memenangkan kompetisi adalah market share. Jika perusahaan berhasilkan memenangkan market share produknya, maka perusahaan tersebut sudah dianggap leading dalam memenangkan pasar.
Memenangkan market share menurut saya belum tentu juga inline dengan penghasilan (reveneu) yang dihasilkan, artinya jikalau market share menang belum tentu reveneu yang dihasilkan juga mengalahkan kompetitor.
Misal perusahaan rokok A, ketika unggul atau memenangkan market share perusahaan rokok B, belum tentu reveneu yang dihasilkan oleh perusahaan A jauh lebih baik dari perusahaan rokok B. Karena mungkin harga rokok B 2x lipat dari harga rokok B, sehingga revenue yang dihasilkan sama walaupun market share perusahaan B kalah dibandingkan dengan market share perusahaan A.

Contoh lain, seperti sabun, odol, parfum sampai kepada produk seluler (perdana atau voucher), analisa nya kurang lebih akan sama dengan case diatas.

Sehingga menurut saya, memenangkan kompetisi dengan memenangkan market share adalah hal yang wajar, namun kalau market share dijadikan satu-satunya parameter keberhasilan dalam mendistribusikan produk, saya kok kurang setuju ya...

Karena dalam satu perusahaan, goal yang paling utama adalah revenue. Kalaupun market share nya tumbuh dan bahkan unggul jauh dibandingkan dengan kompetitor, akan tetapi revenue nya terus turun buat apa ? Sama saja seperti ungkapan berikut ; "Lebih enak makan singkong beneran, daripada makan roti tetapi hanya dalam hayalan".

Nah yang paling menggelikan adalah apabila hanya gara-gara market share turun dan kemudian didahului oleh kompetitor, manajemen kebakaran jenggot dan mulai kelabakan tanpa strategi yang jitu membanjiri pasar dengan produknya, dengan harapan pasar akan kembali membeli produknya dan kembali memenangkan kompetisi.

Di masa krisis seperti ini, walau ada kebijakan shrinking budget kita tetap dituntut untuk bisa memenangkan pasar, mendistribusikan produk dan tetap menghasilkan revenue sesuai dengan yang ditargetkan perusahaan. Nah langkah apa yang paling tepat yaitu dengan memaintain pelanggan yang eksisting untuk tetap loyal dengan produk kita. Paling tidak kita bisa mengharapkan revenue yang sama dengan tahun kemarin, itu menurut saya sudah sangat bagus. Dengan komunikasi yang "mesra" antara perusahaan dan pelanggan, saya yakin pelanggan pasti merasa dipersonalkan (baca: diorangkan) oleh perusahaan, buat pelanggan nyaman dengan produk yang kita distribusikan, tanyakan kepada pelanggan kritik/saran buat perusahaan, berikan mereka perhatian walau itu kecil misal mengirimkan bunga saat pelanggan ulang tahun dsb. Pelanggan tersebut nantinya malah bisa menjadi free marketer agen perusahaan kita. Kok bisa ? Iya, karena dia puas dengan produk kita, dia akan menceritakan ke orang-orang, tidak perlu kita suruh, mereka akan jalan sendiri. Wow Amazing bukan ?

Kenapa tidak anda implementasikan ?
Saya pernah lontarkan ide ini ke beberapa teman, mereka bilang "wah kalau seperti itu kita akan capek mas !" Saya jawab, "oh iya pasti capek, tetapi kecapekan itu akan terbayar selama beberapa tahun ke depan, kalau mereka sudah menjadi free marketer kita, kita bisa memprioritaskan ke program yang lain".

Nah, sekarang tergantung kepada anda. Anda petinggi perusahaan atau pemilik perusahaan, tidak perlu panik, ketika market share produk anda tergrogoti oleh kompetitor. Yang perlu anda perhatikan adalah kontrol emosi anda, be creative, buat strategi yang jitu, maintain pelanggan eksisting, berdoa dan be a winner.

Salam Sukses...

Wassalamualaikum wr wb

Read rest of entry

Thursday, May 14, 2009

Yuk Mencari Uncomfort Zone

Assalamualaikum wr wb.

Banyak diantara kita entah yang berprofesi sebagai karyawan, pengacara, dokter maupun pengusaha sekalipun sering kali merasakan suatu kenyamanan dalam profesinya atau di posisinya sekarang. Karena rata-rata dari kita merasa kalau sudah berada di situasi yang nyaman, cenderung malas untuk mencari tantangan baru. Dengan kondisi (posisi) yang sudah nyaman akan membuat kita lengah, dan cenderung turun kualitas kreatifitasnya.

Bayangkan, jika ada satu perusahaan besar (paling besar diantara perusahaan kompetitor sejenis) karena merasa paling hebat, paling besar, paling berprestasi sehingga perusahaan tersebut berada di comfort zone, maka biasanya merasa besar kepala dan cenderung meremehkan kompetitornya. Yang perlu dijadikan bahan pemikiran adalah apakah kompetitor kita akan selalu menjadi follower (baca : lengah) ? Apakah di benak mereka tidak ada niatan untuk menggeser posisi kita ? Secara normal, jelas semua kompetitor akan berusaha untuk membuat perusahaannya menjadi yang terbaik dan terhebat dalam segala hal. Itu yang sring tidak kita sadari bersama, ketika kita lengah karena atribut kita sudah paling hebat, paling baik, paling berprestasi dan sebagainya, maka secara tidak langsung akan mengurangi kreativitas dan inovasi kita. Cenderung mengabaikan kompetitor, apa yang dilakukan oleh kompetitor dianggap menjiplak kreativitasnya. "Kok mirip dengan materi iklan perusahaan kita ya ?" atau yang paling ironis "wah itu mah kita banget ya ?". Ya itulah beberapa contoh kalimat yang muncul ketika kita merasa paling segalanya. Lupa, kalau tiba-tiba kompetitor siap menelikung kita.

Judul diatas sengaja saya munculkan agar kita selalu ingat, bahwa zone nyaman tidak selamanya baik buat kita. Selama kita menikmati kenyamanan, niscaya sengaja atau tidak, percaya atau tidak akan menurunkan kreativitas dan inovasi kita. Sehingga lambat laun, performa anda atau perusahaan anda akan tergeser oleh kompetitor anda. Bagaimana mengatasinya ?

Solusinya adalah dengan mencari zona tidak nyaman, ya betul. Orang-orang berlomba-lomba mencari zona nyaman, tetapi saya menyarankan sebaliknya. Jadi setiap kali hasil yang anda peroleh memuaskan, atau tantangan yang anda targetkan terlampaui, segeralah cari tantangan baru. Dengan begitu anda akan terasah untuk selalu kreatif dan inovatif.

Selamat mencoba.....

Salam sukses...

Wassalamualaikum wr wb
Read rest of entry

Thursday, January 08, 2009

Alam Semesta Ikut Berdoa

Assalamualaikum wr wb.

Tahun 2008 kemarin adalah setahun kepindahan saya dari Jakarta ke Semarang (kampung halaman), setelah 13 tahun saya bekerja di Jakarta. Sudah saatnya untuk membangun kampung halaman, begitu rencana saya waktu itu. Namun karena cuman rencana dan tanpa action sedikitpun, pada akhirnya waktu berganti tak terasa sudah satu tahun berlalu tidak juga beranjak mewujudkan cita-cita tersebut. Saya merenung, harusnya saya malu karena telah melanggar komitmen dengan diri sendiri. Kalau komitmen dengan diri sendiri saja mudah saya langgar apalagi komitmen dengan orang lain, pikir saya waktu itu. Disamping itu saya juga berencana untuk membangun kerajaan bisnis dengan berjamaah dengan rekan-rekan yang se-visi dan se-misi. Ternyata memang butuh waktu untuk mencari partner yang se-visi dan se-misi, selama kurun waktu 1 tahun itupula saya belum mendapatkannya. Tapi dalam hati, saya berdoa, semangat dan berjuang tahun 2008 ini saya harus menemukan partner bisnis. Entah bagaimana caranya. Menurut saya membangun bisnis hanyalah salah satu cara untuk menyalurkan kebaikan, sedekah, infaq, hidup yang bermanfaat bagi orang lain. Jadi inilah yang menjadi dasar kuat saya, mengapa saya "ngoyo" untuk mendapatkan partner.

Seolah-olah alam semesta ikut mendoakan saya dan keluarga, kenapa demikian ?

  • saya mendapat restu dari istri tercinta untuk menekuni bisnis, padahal sebelumnya istri saya kekeh agar saya tetap jadi pekerja
  • saya bertemu dengan orang-orang yang luar biasa tanpa saya rencanakan sebelumnya, mereka diantaranya Yoris Sebastian, Yuswohadi (Markplus), Jaya Setiabudi (E-Camp Entrepreneur)
  • saya bertemu partner saya Yumono Labdo, ini juga terjadi kebetulan dan mengalir begitu saja (awalnya makan siang di Lawang sewu)
  • saya menggulirkan ide gerakan 1000 tangan, ini juga kebetulan (asal ngomong). Ide saya ditangkap bagus oleh rekan saya yang lain Imanul Yaqin
  • saya dan partner saya awalnya jualan Selimut, lalu batik Alhamdulillah untuk batik sudah profit, bisnis yang sebelumnya juga tidak direncanakan
  • saya banyak dapat add pebisnis TDA di facebook padahal belum pernah bertemu muka

dan masih banyak lagi yang belum saya sebutkan.

Intinya adalah ketika berniat, bersemangat dan berdoa untuk berubah (pindah kuadran E ke kuadran B), seluruh alam semesta ikut mendoakan kita untuk sesegera mungkin merasakan kesuksesan.

Anda ingin mengikuti langkah saya ? 

Salam Sukses Luar Biasa Dahsyat

Wassalamualaikum wr wb

Read rest of entry

Thursday, December 11, 2008

Manajemen Krisis #2

Assalamualaikum wr wb.

Alhamdulillah setelah saya menulis posting dengan tema Manajemen Krisis, ternyata banyak respon positif dari rekans pembaca. Ada yang menulis di kolom komentar ada juga yang email. Menurut saya, ini sangat luar biasa. Mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi dan pada akhirnya diimplementasikan didalam kehidupan sehari-hari.
Banyaknya respon positif mengenai posting tersebut membuat saya sangat bersemangat untuk menulis seri berikutnya mengenai manajemen krisis. Mudah-mudahan tulisan saya kali ini bisa lebih membuka wawasan kita sekalian. Amien.

Kenapa di tulisan saya yang pertama, saya tidak membolehkan kita mempercayai bahwa kita juga akan terkena dampak krisis ? Berikut adalah rahasianya !

Dikutip dari hadits Qudsi Alloh berfirman, yang artinya :
"Aku bersama sangkaan hambaku padaku, jika sangkaannya baik maka baiklah baginya, dan jika sangkaannya buruk maka buruklah baginya" (HR Ahmad)

Dalam riwayat yang lain,
Aku bersama sangkaan hambaku padaku, maka hendaklah ia berprasangka denganKu apa yang ia inginkan (HR Thobarani wal hakam)

Jadi apa yang terbesit dalam pikiran kita, maka Alloh akan meluluskan prasangka tersebut. Kesimpulan dari dua riwayat hadits diatas sudah jelas, bahwa orang yang menyangka dirinya akan terimbas krisis maka sungguh dia akan mengalaminya, tetapi sebaliknya apabila dirinya menyangka yang baik maka Alloh akan memberikan kebaikan kepadanya.

Lebih jelas lagi dari riwayat yang lain dikutipkan hadits Qudsi, yang artinya
Aku bersama sangkaan hambaku padaku, dan aku menyertainya ketika ia telah berdoa pada ku. (HR: Muslim dan Tirmidzi dan ahmad)


Semakin jelas sudah ! Tidak ada keraguan, bahwa prasangka kita adalah doa. Jadi hati-hatilah, karena beberapa kisah nyata yang pernah saya baca dan dengar. Ketika seseorang mempunyai bisnis dan sedang dalam ujian Alloh, dia berkata "Kalau begini terus, saya pasti bangkrut". Tidak lama setelah dia berkata demikian dengan koleganya, bisnisnya benar-benar hancur.

Nah, selain berprasangka yang baik terhadap Alloh. Saya menganjurkan untuk sebanyak mungkin sedekah, walaupun dalam kondisi yang sulit. Kesulitan yang kita alami ini sebetulnya adalah ujian, kalau kuat menjalaninya Insya Alloh kita termasuk hambaNya yang bertaqwa. Masak dalam keadaan ekonomi sulit harus bersedekah ? Saya jawab ya dan malah harus lebih banyak ? Ingat yang mengatakan ekonomi sulit kan mereka, bukan kita ! Berikut adalah dalil Alquran untuk menguatkan keyakinan kita.

QS Alhadiid Ayat 18, yang artinya :
Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik niscaya akan dilipatgandakan(pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak (QS.Alhadiid:18)

Kalau Alloh swt saja sudah menjamin dalam Alquran, masak kita tidak mengimaninya. Alhamdulillah penulis sudah banyak menyaksikan kebenaran ayat diatas, karena sering mengalami keajaiban setelah memberikan sedekah.

Pesan saya
, kalau memberi sedekah tidak usah hitung-hitungan. Pilih di dompet yang nominalnya paling besar dan usahakan yang diberi sedekah kaget ketika menerima sedekah anda. Bukan kaget karena nominalnya sedikit lo, tapi kaget karena dia belum pernah dapat sedekah dengan nominal sebanyak itu. Saya ada cerita nyata. Ada usahawan muda dari Surabaya, dia akan ke Batam menggunakan pesawat yang transit dulu di Jakarta. Keperluannya ke Batam adalah mempresentasikan proyek bisnisnya. Setiba di Airport Sukarno-Hatta, dia ke toilet. Dia ingat didompetnya masih ada uang satu juta Rupiah, tiba-tiba dia teringat untuk segera bersedekah. Maka yang Rp. 500 ribu dikasihkan ke cleaning servis, apa yang terjadi ? Cleaning servis bandara kaget. Demikian pula yang memberi, karena baru saat ini dia memberi orang sebanyak itu. Singkat cerita beliau sudah sampai Batam. Setelah presentasi produknya, tidak disangka tidak dikira, direksi perusahaan tersebut menyetujui proyek tersebut dan mau bekerjasama dengan beliau. Mau tau nilai kontraknya ? Rp 15 Milyar. Betul itu ! Begitu yakinnya beliau akan QS Alquran diatas, sehingga itulah balasan dari Alloh swt. Pingin menjadi bagian dari bukti Maha Pemurahnya Alloh swt, oke saya tunjukkan ! Besuk kan hari Jumat, coba mulai Jumat besuk masukan ke kotak amal dengan uang yang terbesar di dompet atau dari pagi sudah menyiapkan mengambil uang di ATM untuk kotak amal. Tunggu keajaiban akan menghampiri anda beberapa waktu lagi !

Wassalamualaikum wr wb.

Salam Sukses Luar Biasa Dahsyat






Read rest of entry

Tuesday, November 25, 2008

Ikut Pelatihan Marketing Community

Assalaikum wr wb

Beberapa waktu yang lalu tepatnya tanggal 9 - 10 November 2008 di Purwokerto, saya mengikuti pelatihan marketing community. Tadinya bukan saya yang harusnya hadir dalam pelatihan tersebut, tetapi karena rekan saya yang ditunjuk tidak bisa hadir, maka saya menggantikannya. Saya juga tidak tahu siapa itu Maven (lembaga yang memberikan pelatihan), dan terus terang saya juga tidak begitu kenal dengan pengajarnya (Yoris Sebastian). Yang saya dapat informasinya dari rekan SDM adalah dia mantan GM Hard Rock cafe termuda. Padahal dulu sebelum saya pindah ke Semarang, saya sering main ke Sarinah. Maklumlah waktu itu saya ngantor di Gedung BDN Lt. 20, jadi kalau siang saya dan temens sering jalan ke Sarinah. Tapi kok aku tidak tahu siapa dia ya ? 

Pelatihan dimulai hari Senin dengan perkenalan dan sebagainya sebelum masuk ke materi inti. Tentang materinya sendiri sebelumnya aku sudah ada gambaran secara umum, namun untuk detil dan peluang apa saja yang bisa digarap, terus terang baru aku dapat di pelatihan ini. That's training is very usefull. Dengan pembawaan Yoris yang kalem namun syarat dengan pengalaman membuat pelatihan tersebut jadi hidup. Terus terang baru sekali ini, saya mengikuti pelatihan namun tidak mengantuk! Saya sangat interest, sebab kerjaan saya sekarang adalah create community, yang menurut Yoris itu termasuk dalam kategori sponsored community. 

Ternyata setelah mengikuti pelatihan tersebut, wawasan saya bertambah dan ide-ide fresh meluncur. Beberapa bisa diwujudkan di kantor, namun beberapa lagi sepertinya sulit untuk diwujudkan di kantor. Mungkin harus punya kantor sendiri untuk mewujudkan ide yang satu ini. Komunitas yang sekarang sedang digarap bersama tim adalah komunitas sekolah, dimana kita memberikan banyak manfaat kepada siswa, guru dan orang tua siswa. Komunitas yang bisa jadi akan menjadi andalan ke depannya.

Hari Rabu sampai Jumat, saya ikut training lagi. Kali ini bersama Markplus, dengan tema Certified Integrated Marketing diajar oleh 2 orang. Yaitu Yuswohadi dan Husin Wijaya. Keduanya sering menjadi pembicara di seminar maupun konsultan di beberapa perusahaan dalam dan luar negeri. Banyak ilmu yang bisa diserap saat itu, walau saya agak keteter. Karena saya belum pernah mengikuti training Dasar Marketing bersama Markplus sebelumnya. Namun, saya justru telat panas, ibarat mesin diesel. 

Dari semua pelatihan yang saya ikuti, kesimpulannya adalah trend ke depan pemasaran adalah melalui komunitas. Suka maupun tidak, komunitas akan semakin berkembang pesat baik jumlah komunitasnya maupun membernya. Nah, inilah yang bisa dijadikan ceruk bagi perusahaan untuk mendeliver produk-produknya.

Wassalamualaikum wr wb.

#Sukses#

Read rest of entry

Saturday, November 15, 2008

5 Alasan Mengapa Harus Pensiun DIni

Assalamualaikum wr wb.

Mengapa harus pensiun dini ? Kalau menurut saya, kalau bisa pensiun dini kenapa harus menunggu sampai pensiun beneran. Beberapa alasan yang melatarbelakangi alasan tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Saatnya Implementasi "My Big Ideas"
  2. Saatnya Berbakti untuk lingkungan
  3. Saatnya lebih banyak waktu untuk keluarga
  4. Saatnya memberikan sedekah yang jauh lebih banyak
  5. Saatnya mendapatkan unlimited income dari my work hard & my work
Saatnya Implementasi "My Big Ideas"
Siapapun yang pernah bekerja pasti merasakan bagaimana jika ide-idenya yang sebetulnya luar biasa untuk diimplementasikan di tempat bekerja, tetapi karena atasan atau bos tidak setuju, ide tersebut gagal begitu saja tanpa dicoba. Atau sering dikenal istilah "kalah sebelum perang". Tidak perlu dibahas disini, kenapa bos atau atasan kita tidak mau mengimplementasikan ide kita. Yang ingin saya tegaskan disini adalah dengan pensiun dini kita bisa mengimplementasikan "My Big Ideas" tanpa takut-takut ide kita diimplementasikan.

Saatnya Berbakti Untuk Lingkungan
Dengan mengambil keputusan pensiun dini, berarti juga sudah siap untuk terjun ke masyarakat secara penuh. Dengan mempunyai waktu yang jauh lebih longgar, bukankah kita bisa sharing ilmu dengan orang-orang di sekitar kita ?
Bukankah sebaik-baik orang adalah yang hidupnya bermanfaat bagi orang lain ?

Saatnya Lebih Banyak Waktu Untuk Keluarga
Tentu saja waktu untuk keluarga jadi lebih banyak, bisa mengantar anak ke sekolah, menemani dia belajar, mengajari anak-anak mengaji, menanamkan nilai-nilai kebaikan yang tidak diajarkan di sekolah, kebetulan anak-anak saya berusia 5 dan 10 tahun, mereka membutuhkan pendamping dalam proses pendewasaan diri.


Saatnya Memberi Sedekah Yang Jauh Lebih Banyak
Dari beberapa alasan diatas, alasan inilah yang paling membuat saya antusias. Bandingkan dengan saat masih bekerja, dengan pensiun dini dan memiliki usaha sendiri, ada kesempatan untuk membelanjakan sebagian rejekinya untuk sedekah yang lebih banyak. Saat masih bekerja, income limited jadi sedekahnya juga terbatas. Kebetulan perusahaan dimana saya bekerja, memberlakukan peraturan kenaikan gaji setahu sekali itupun tidak lebih dari 10% kenaikannya. Kita tidak bisa memberikan target kenaikan gaji, sedangkan kenaikan inflasi per tahunnya bisa diprediksi dengan melihat indikator ekonomi.

Saatnya Mendapatkan Unlimited Income Dari My Work Hard & My Work
Saya termasuk orang yang percaya ungkapan "Live beginning at 40s", salah satu alasan yang masuk akal adalah seseorang yang sudah mature dan mapan di usia itu, energi dan semangat untuk maju juga masih kuat.
Selain masih muda, biasanya diusia itu seperti ada kekuatan yang luar biasa untuk maju dan memiliki usaha sendiri. Bandingkan saat masih bekerja, apa yang kita upayakan dengan keras dan cerdas hasilnya belum tentu sebanding.Bandingkan kalau kita mempunyai usaha sendiri, semakin keras dan smart kita bekerja Insya Alloh hasilnya akan sebanding.

Wassalamualaikum wr wb

#Sukses#


Read rest of entry

Wednesday, September 17, 2008

Antara Kolam Quadran B dan Quadran E

Assalamualaikum wr wb.

Posting kali ini akan membahas mengenai Kolam Quadran B dan kolam Quadran E. Saya ingin mengumpamakan keduanya sebagai tempat berusaha antara Quadran Business dan Quadran Employee. Dimana kedua kolam tersebut jelas berbeda, dari luasnya maupun apa yang dikandung dalam kolam masing-masing.
Kolam Quadran E pastilah lebih sempit dibandingkan kolam Quadran B. Sudahlah sempit kolam tersebut harus dishare oleh banyak orang. Kandungan dalam kolam Quadran E hanyalah opportunity atau kalau diperjelas adalah karir menuju jabatan tertentu. Dan inilah yang diperebutkan oleh banyak orang yang berada di dalam kolam Quadran E. Sudah kolamnya sempit isinya cuma satu dan itu diperebutkan banyak orang. Bisa dibayangkan ! Pastilah perebutan tersebut ada yang sehat adapula yang tidak sehat atau menghalalkan segala cara. Kalau sudah begini, ajaran agama yang mengajarkan kebaikan sudah tidak diingat lagi asalkan tujuannya bisa tercapai.
Bagaimana dengan kolam di Quadran B. Kolamnya mempunyai ciri khas yaitu sangat luas dan kandungan yang ada didalamnya juga beragam, memang boleh dibilang sama dengan Quadran E yaitu opportunity, namun konten dari opportunity disini sangat beragam, bisa karir, kapitalisasi perusahaan, reveneu dan sebagainya. Sudah kolamnya sangat luas, yang memperebutkan juga sedikit.
Perbedaan mendasar antara kolam Quadran E dan kolam Quadran B adalah pada persaingan orang-orang didalamnya. Kalau orang-orang di Quadran E hanya memperebutkan 1 kolam yang sempit, sedangkan orang-orang di Quadran B bisa jadi memperebutkan beberapa kolam yang sangat luas.

Nah ! Pilihan ada di kita masing-masing ! Masih ingin berebut di kolam yang sempit atau kolam yang luas ?

Wassalamualaikum wr wb

#$Sukse$#
Read rest of entry

Monday, July 14, 2008

Ada Bonus Atau Tidak Tetap Disyukuri

Assalamualaikum wr wb.
 
Karena masih berstatus ganda (karyawan dan calon pengusaha red.) adalah hal yang wajar kalau saya masih mengharapkan adanya bonus dari perusahaan dimana saya bekerja. Beberapa waktu yang lalu memang banyak isu bergulir mengenai hal ini. Mau dianggap angin lalu, yah namanya bonus tetep dibutuhin, tapi begitu sangat diharapin, bonusnya gak keluar-keluar ??
Dari pengalaman ini saya berpikir, apa iya, kita harus selalu bergantung dengan adanya bonus dari perusahaan ? Salah satu yang menjadi konsen saya adalah dengan seringnya isu mengenai bonus namun hal tersebut tak kunjung jadi kenyataan membuat kinerja kita menurun ? Betul ? Kinerja kita akan naik kalau ada bonus, tapi itupun juga masih tergantung dengan besaran bonus yang diterima. Walaupun bonus akhirnya diterima, jika besarannya tidak sesuai dengan perhitungan kita, pada akhirnya membuat kita kecewa. Apalagi bonus tidak jadi dikeluarkan oleh perusahaan!
Nah, bagaimana sebaiknya kita menyikapi hal ini?
Saya meihatnya lebih ke ajaran agama dalam hal ini Islam, dimana telah diajarkan seberapun yang kita terima harus disyukuri dan akan ditambah atau adzab Alloh lebih pedih. Pilihannya jelas ! Bersyukur atau Adzab ? Nah kalau kita memilih bersyukur, Insya Alloh akan selamat bahkan nikmatnya akan ditambah! Luar biasa kan ? Coba hal ini diaplikasikan dalam kerja anda sehari-hari, jadi hidup bukan hanya mengejar materi, namun yang lebih utama adalah Ridlo dari Alloh swt.
Selamat mensykuri nikmat Alloh, Mudah-mudahan kita menjadi hamba-hamba Alloh yang selamat dan selalu ditambah nikmatnya. Amien !
 
Wassalamualaikum wr wb.
 
%$Sukses%$
Read rest of entry

Friday, June 27, 2008

Belajar Dari Anak Saya

Assalamualaikum wr wb.

Beberapa waktu yang lalu, anak saya yang duduk di kelas 0 kecil diberi kesempatan oleh sekolah TK nya untuk unjuk kemampuan dalam perpisahan kakak kelasnya yang akan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi; yaitu SD.

Namanya juga anak-anak, dalam pentas yang mereka hadirkan pasti menghadirkan gelak tawa karena mungkin ada yang tidak hafal, atau karena salah.

Saya yang waktu itu sibuk untuk mengabadikan moment tersebut dengan handycam, tanpa terasa menerawang jauh. Boleh jadi, orang-orang tua yang hadir disitu menertawakan kejadian-kejadian yang lucu dari penampilan anak-anak. Namun anak-anak tersebut tidak merasa ditertawakan!

Dari sinilah saya coba menghubung-hubungkan dengan bagaimana mengawali bisnis!Kok bisa ya ! Tahu-tahu timbul ide tersebut. Bisa jadi, orang-orang menertawakan saat kita memulai bisnis, karena bisnis tersebut belum populer (baca:bisnis baru). Mungkin ada yang bilang gila, menertawakannya bahkan mungkin melecehkannya. Namun jika dengan perhitungan yang matang, yakinlah seperti yakinnya anak-anak TK tadi saat mereka salah melakukan perform atau ada yang kelupaan. Bukan tidak mungkin, andalah orang sukses berikutnya.

Ambil contoh Thomas Alfa Edisson, berapa banyak orang menertawakannya saat melakukan ujicoba pembuatan bohlam lampu. Dia sangat yakin karena itu dia tidak memperdulikan apa yang dilakukan orang-orang terhadap dirinya. Sampai akhirnya dia benar-benar berhasil menemukan apa yang sekarang kita nikmati; sebuah bohlam lampu. Coba bayangkan! Kalau saat dia ditertawakan orang-orang kemudian dia berhenti mencoba. Apa yang terjadi ? Bisa jadi, bohlam lampu tidak ada saat ini.

Mari kita bangkit, Indonesia become the next Asian Tiger...

Wassalamualaikum wr wb.

#$Sukses#$
Read rest of entry

Saturday, May 10, 2008

Rich Dads Rich Kids

Assalamualaikum wr wb.
Sungguh menarik kalau kita mengamati fenomena orang kaya. Ketika mereka mempunyai keturunan, yang ada dalam benak mereka sebagai orang tua adalah memberikan pendidikan yang sebaik-baiknya. Agar kelak bisa melanjutkan usaha orang tuanya.

Dari sinilah kemudian muncul fenomena yang cukup mengagetkan, orang tua dan anak terpecah dalam dua kategori. Kategori pertama adalah orang tua dan anak yang konsen terhadap pendidikan dan kategori yang kedua adalah orang tua dan anak yang "asal" mengenyam pendidikan.
Contoh sukses untuk kategori yang pertama cukup banyak, dalam negeri saja ada Grup Bakrie, Grup National Gobel, Mark & Plus Corp., Grup Sampoerna dan masih banyak lagi. Bagaimana dengan di luar negeri ? Banyak sekali contohnya, Raja Baja Dunia Laksmi Mittal termasuk didalamnya.
Bagaimana dengan kategori yang kedua ? Kalau melihat contoh suksesnya tidak ada. Karena mereka tidak pernah memanfaatkan fasilitas pendidikan yang diberikan oleh orang tuanya, demikian juga dengan orang tuanya yang tidak mendorong anaknya untuk lebih giat belajar! Maka tidak heran ketika orang tuanya sudah tidak mampu lagi melanjutnya bisnisnya, generasi selanjutnya tidak memiliki kompetensi yang cukup untuk melanjutkan bisnis orang tuanya. Biasanya, kebanyakan hal ini terjadi di kota-kota kecil. Pemikiran orang tua yang masih konservatif, menurut mereka uang adalah segala-galanya, sehingga bisa "membeli" pendidikan. Jadi, anak-anak mereka tidak diajari survival tetapi malah dimanja dengan fasilitas. Yang seharusnya, fasilitas tersebut bisa dioptimalkan untuk kegiatan belajar anaknya.
Sekarang tinggal bagaimana orang tua memilihkan kategori diatas ! Apakah kategori yang pertama atau kategori yang kedua ?

Wassalamualaikum wr wb.

#$Sukses$#
Read rest of entry

Saturday, April 26, 2008

Berprasangka Buruk Itu Rejekinya Sedikit.

Assalamualaikum wr wb

Banyak diantara kita yang secara tidak sadar melakukan hal ini. Berprasangka buruk! Disegala kesempatan. Tahukah anda ? Dengan berprasangka buruk menjauhkan rejeki ?

Mari kita telaah permasalahan ini, kelihatannya sepele tapi dampaknya luar biasa.

Simak satu contoh berikut :

Si A sedang memulai bisnis, karena bisnisnya mulai tumbuh, banyak orang datang kepadanya untuk mengajak kerjasama. A adalah seorang yang selalu berburuk sangka dengan siapa saja. Karena perangainya itu, dia menolak diajak bekerjasama dengan orang lain. Padahal dengan adanya kerjasama dengan investor baru asset bisnisnya akan bertambah besar. Karena dia berprasangka buruk, kesempatan membesarkan perusahaannya lenyap.

Ada lagi kisah tentang B yang tidak akur dengan tetangganya. B menyangka tetangganya melakukan upaya provokasi terhadap dirinya. Karena sangkaannya itu, ia seolah-olah dibayang-bayangi oleh tetangganya kemanapun ia melangkah. Akibatnya B jatuh sakit.

Rejekipun menjauh, karena dia harus istirahat dirumah lumayan lama.

Ada juga kisah si C, kemana-mana membawa kunci laci yang berisi uang. Ia tidak percaya kepada pekerja tokonya. Suatu saat ia mendapat kesempatan mengikuti seminar bisnis, tapi karena ia tidak percaya dengan pekerja toko. Akhirnya ia menutup tokonya seharian penuh. Dan biasanya orang semacam ini hanya memiliki satu toko saja. Lagi-lagi rejekinya berkurang.

Apakah anda termasuk seperti yang dicontohkan diatas ? Kini saatnya berubah !

Wassalamualaikum wr wb


 

#$ Sukses #$

Read rest of entry

Saturday, April 19, 2008

Rahasia Sukses Pengusaha Sukses

Assalamualaikum wr wb.

Beberapa waktu yang lalu saya sempatkan waktu untuk melihat DVD Cara Gila Jadi Pengusaha karya Purdie E Chandra. Saya simak dengan seksama dan ternyata sangat inspiratif dan memotivasi saya untuk bangkit dari kondisi yang sekarang. Singkat cerita sekarang, saya mempunyai sejumlah agenda bisnis yang Insya Alloh segera akan dijalankan mulai Mei 2008.

Namun dari sekian pelajaran yang didapat, saya terkesan dengan salah satu resep sukses menjadi pengusaha sukses. Dengan menjadi pengusaha ternyata bukan sekedar mendapatkan penghasilan lebih, tetapi juga membuka peluang kerja untuk orang lain. Sampai disinikah rahasianya ? Tidak! Dengan memperkerjakan orang lain untuk bisnis kita ternyata membuat kita terbiasa berpikir setiap bulannya untuk menggaji mereka.

Saya melihatnya lebih dalam lagi, dengan memperkerjakan orang lain berarti kita rela (ikhlas) berbagi rejeki dengan orang lain. Coba kalau kita bekerja, pendapatan yang kita hasilkan paling banter untuk bayar zakat dan keperluan harian. Setelah saya renungkan lagi, inilah barangkali rahasianya. Mengapa pekerja seperti saya sekarang ini mempunyai penghasilan yang terbatas. Tidak sebanyak penghasilan seorang pengusaha.

Karena kelapangan seorang pengusaha dalam berbagi penghasilan dengan orang lain inilah yang membuat mereka berpenghasilan lebih. Alloh swt memberikan rejeki lebih kepada orang yang mau berbagi penghasilan seperti para pengusaha. Tanpa terasa itulah sedekah para pengusaha.

Loh itu kan gaji buat pekerja, OK. Benar, tapi cara pengusaha mengusahakan pembayaran gaji tepat waktu itulah yang saya sebut sebagai sedekah. Sedekah pemikiran dan komitmen.

Selain itu, orang yang bekerja untuk pengusaha setiap harinya berdoa agar tempat dimana dia bekerja senantiasa memberikan penghasilan lebih buat mereka. Doa ini didengar dan dikabulkan oleh Alloh swt.

Jadi inilah rahasia sukses pengusaha sukses. Mudah-mudahan bisa membuka cakrawala pembaca dan mulailah jadi pengusaha sukses.

Wassalamualaikum wr wb.


 

#$Sukses#$

Read rest of entry

Saturday, April 12, 2008

Financial Planner Cuman Buat Orang Kaya

Assalamualaikum wr wb.

Suatu pagi beberapa waktu yang lalu ketika saya masih di bis kebetulan acara salah satu televisi swasta adalah mengenai perencanaan keuangan. Saya pikir ini akan menarik, karena saya selalu tertarik dengan talkshow mengenai berbagai hal mengenai investasi apapun bentuknya. Pengasuhnya cukup terkenal karena sering tampil di televisi dan mengisi kolom-kolom di media cetak terkenal. Ada dialog interaktif antara pemirsa di rumah dan pengasuh, sangat menarik !

Saya terus mengikuti jawaban pengasuh sampai ada pertanyaan dari pemirsa yang tampaknya pendapatannya pas-pasan. Nah, sampai disini saya kaget bukan main. Yang membuat kaget adalah jawaban dari pengasuh yang menurut saya kurang bijaksana. Kurang lebih jawaban dari pengasuh adalah sebagai berikut :" Maaf ya pak, program perencanaan keuangan ini tidak cocok untuk keluarga bapak, karena income bapak terlalu rendah dan hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan minimum keluarga bapak".


Seperti yang pernah saya ungkapkan pada blog sebelumnya bahwa setiap orang berhak untuk sukses. Maka dengan jawaban seperti yang diungkapkan oleh pengasuh tadi sangat tidak relevan. Saya pribadi berkeyakinan bahwa setiap manusia yang hidup berhak untuk sukses. Apakah finansial planner hanya berlaku untuk orang kaya saja ? Tentu saja tidak! Semua orang harusnya memiliki atau berhak mengikuti program finansial planner, tinggal mengatur dimana dana yang sangat minim itu akan diinvestasikan.
Saya jadi teringat tentang bagaimana usaha M. Yunus pemenang nobel tahun 2006, menyalurkan kredit buat orang miskin. Yang notabene tidak mungkin bisa membayar cicilan. Buat makan sehari-hari saja susah apalagi diharuskan mencicil kreditan. Namun kegigihan seorang M. Yunus mampu menghilangkan keraguan tersebut. Saya tidak akan menceritakan bagaimana usaha beliau merubah nasip orang miskin papa menjadi mempunyai penghasilan yang memadai bahkan bisa menyisihkannya untuk di tabung. Artinya sebetulnya finansial planner bisa diterapkan kepada semua lapisan tanpa terkecuali.

Wassalamualaikum wr wb.

$#Sukses$#
Read rest of entry

Saturday, April 05, 2008

Memilih Opsi Dalam Hidup

Assalamualaikum wr wb.
Dalam kehidupan ini kita banyak dihadapkan dengan berbagai opsi. Dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, dan pola semacam ini mau tidak mau, suka atau tidak suka akan kita alami setiap hari. Jika kita tidak aware mengenai hal ini, bukan tidak mungkin kita terjebak dalam pemilihan opsi yang salah. Contoh sederhana, apabila kita akan berangkat baik itu sekolah maupun kerja, kita langsung dihadapkan dengan beberapa opsi sekaligus. Kita berangkat menggunakan kendaraan atau jalan kaki ? Kita memilih jalan yang dekat tetapi macet atau memilih memutar tapi lancar ? Dan sebagainya.
Hal inilah yang perlu terus diasah setiap hari, dengan membiasakan memilih opsi dengan benar, Insya Alloh kesuksesan terbuka lebar. Bagaimana cara mengasah feeling kita dalam memilih opsi ? Tentunya setiap orang mempunyai pengalaman sendiri-sendiri yang berbeda dan unik. Yang jadi masalah sekarang adalah banyaknya orang yang takut untuk mengambil opsi karena terlalu banyak pertimbangan. Hal inilah yang mendorong orang-orang takut untuk hidup lebih maju. Atau boleh diibaratkan takut sebelum berperang !
Ketika seseorang dihadapkan opsi antara tetap bekerja dengan gaji rendah atau mencari tambahan income dengan membuka bisnis, lebih banyak orang yang berpikir betapa sulitnya mencari tambahan income, bingung dan sebagainya.Pada akhirnya memang, tidak berani membuka diri untuk mencari tambahan income karena bayang-bayang kegagalan. Bayang-bayang kegagalan telah menutupi sebagaian besar pemikiran sehatnya tentang keharusan mencari income tambahan. Sehingga seseorang tersebut pada akhirnya "menikmati" gaji yang rendah tanpa ada solusi untuk mencari tambahan income.
Apakah anda termasuk tipe orang semacam ini ?
Coba instropeksi dan mulailah memilih opsi dalam hidup anda secara benar.

Wassalamualaikum wr wb

#$ SukSes #$
Read rest of entry

Thursday, March 20, 2008

Banyak Memberi Banyak Menerima

Assalamualaikum wr wb

Pada kesempatan kali ini saya akan sharing mengenai "banyak memberi banyak menerima".
Bagaimana logikanya kita banyak memberi pasti suatu kelak akan banyak menerima! Inilah fakta hidup dan kehidupan, bahkan didalam Alquran manusia dianjurkan senantiasa menyisihkan sebagian hartanya untuk infaq dan sadakah. Di dalam Alquran dijelaskan secara rinci bahwa sadakah dan infaq akan segera diganti oleh Alloh swt berlipat-lipat ganda. Saya sendiri menyebutnya (sadakah dan infaq) sebagai kendaraan investasi di dunia maupun akherat. Manusia tidak akan bangkrut gara-gara bersadakah dan berinfaq, malah Alloh swt akan lipat gandakan rejekinya. Banyak ustadz yang menyerukan akan sadakah dan infaq, diantaranya adalah ustadz muda Yusuf Mansyur. Dia sendiri pernah membuktikan kalau dalil dalam Alquran tersebut memang sahih atau benar adanya. Waktu itu ia pernah memberi makan roti kepada seekor semut, padahal dia sendiri dalam keadaan lapar namun keyakinannya tentang dalil Alquran itulah yang membuatnya berbagi dengan sesama makhluk Alloh. Tanpa disangka, hari itu juga dia mendapatkan kiriman nasi bungkus, padahal dia sendiri tidak pernah memesannya. Selanjutnya dia merenung, alangkah Maha Pemurahnya Alloh, hanya dengan memberi secuil roti kepada seekor semut seketika diganti oleh Alloh dengan berlipat ganda.
Penulis sendiri juga merasakan hal yang sama, prinsip penulis adalah selama Alloh swt memberi kesempatan kepada kita mengelola amanahnya berupa rejeki, maka kita tidak boleh sayang untuk memberi kepada sesama. Toh, sebagai manusia harta itu adalah titipan, manusia tidak punya hak 100% menggunakannya, hanya sebagian saja. Nah uniknya, sekali lagi ini memang kebesaran dan kemurahan Alloh swt, harta yang merupakan titipan Alloh tadi kalau kita berbagi dengan sesama, Alloh swt memberikan balasan yang berlipat. Subhanalloh, sudah dikasih titipan kalau dibagi dengan sesama masih dapat imbalan dari Alloh swt, itupun jumlahnya berlipat. Luar Biasa !!!
Semangat inilah yang rupanya mengilhami manusia-manusia sukses (baca: pengusaha sukses) diseluruh dunia, tidak sedikit dari pengusaha kelas dunia yang terjun langsung ke kegiatan sosial, terakhir kita mendengar bahwa Bill Gates telah memutuskan mundur dari Microsoft yang sudah lama dibesarkan untuk kemudian memimpin langsung yayasan Bill Gates nya untuk kegiatan sosial, saya juga mendengar seorang Warrent Buffet (orang terkaya nomer 2 di dunia) juga mendedikasikan sisa hidupnya dengan kegiatan sosial. Dan mereka berani merogoh kocek dalam-dalam untuk kegiatan sosial ini. Mereka tidak takut bangkrut ? Tidak, karena mereka yakin dengan senantiasa berbagi dengan sesama rejekinya semakin lancar.
Jadi tidak perlu ragu lagi bahwa banyak memberi banyak menerima, kalau tidak kita mulai dari saat ini juga kapan lagi mau memulai ??

Wassalamualaikum wr wb.


#$Sukses#$
Read rest of entry

Thursday, March 13, 2008

Melemahkan Kekuatan Diri

Assalamualaikum wr wb.

Seringkali kita mendengar keluhan orang-orang bahwa dia seperti ini karena memang kemampuannya segitu. Jika ada yang bertanya "Posisimu di kantor masih staf ya" atau "Golonganmu masih rendah ya" atau "bagaimana usahamu", seringkali jawabannya adalah "Ya begitulah, memang kemampuan saya seperti itu, ya wajar kalau status saya masih staf" atau "Ya nasib lah, usahaku lagi seret", dsb adalah kalimat-kalimat yang melemahkan diri. Coba simak ilustrasi cerita berikut, mudah-mudahan bisa menggugah kekuatan kita.

Dulu ada elang yang bertelur, dan telurnya ditinggalkan begitu saja karena si elang merasa terusik dgn adanya ular di daerah tersebut. Suatu ketika seekor ayam betina sedang mengerami telurnya yang kebetulan tidak jauh dari telur yang ditinggalkan elang tadi. Si ayam berinisiatif untuk mengerami juga telur elang itu. Singkat cerita telur-telur tersebut sudah menetas dan tumbuh menjadi anak ayam dan anak elang. Suatu ketika induk ayam mengajak jalan-jalan semua anaknya termasuk anak elang. Anak ayam berjalan bergerombol dengan anak ayam yang lainnya sedangkan anak elang ditinggalkan sendiri. Ini membuat induk ayam sedih dan mengatakan "kamu semua adalah anak ayam". Anak-anak ayam tidak peduli, namun justru anak elang lah yang berani bertanya kepada induknya. Anak-anak ayam suka meledek bahwa ia bukan anak ayam melainkan anak elang, hal inilah yang ditanyakan ke induk ayam. "Benarkah aku ini anak elang?", si induk menjawab "Bukan kamu anak ayam". Di tengah perjalanan anak elang melihat ada elang terbang dan ia melihat bentuk badan dan warnanya sama dengan dia. Maka si anak elang bertanya lagi ke induknya "Aku ini anak elang, aku sudah melihatnya terbang dari pohon satu ke pohon lain, aku ingin seperti mereka-bisa terbang". Si induk ayam kembali meyakinkan "Eh, kamu ini anak ayam". Maka si elang pun urung belajar terbang. Tanpa terasa rahasia seperti ini terkubur sudah lama, dan bahkan si elang pun menjadi ayam seutuhnya. Sedangkan si induk ayam tempat anak elang bertanya sudah mati.

Apa yang bisa kita petik dari ilustrasi diatas ?
Dalam kehidupan sehari-hari kita tanpa terasa telah melemahkan kekuatan diri, dengan menganggap hanya mempunyai kemampuan yang terbatas, padahal sebetulnya kita mempunyai kemampuan yang Luar Biasa. Tapi karena kita terbiasa lemah, maka kita pun kehilangan kekuatan diri.
Coba mulai dari sekarang kita harus gali kekuatan kita, raih cita-cita setinggi-tingginya namun jangan lupa harus ada plan & action untuk menuju ke sana.
Semua orang sama, konglomerat dan orang biasa makannya sama-sama dari mulut, darah sama-sama merah, mata sama-sama ada bagian putihnya, hidung sama-sama berlubang dua. Yang membedakan adalah passion untuk maju yang besar. Kalau mereka bisa, kenapa kita tidak ? Toh, semua orang berhak untuk sukses !!!!!!

Wassalamualaikum wr wb

#$Sukses#$
Read rest of entry
 

Diary Harto :: Stop Dreaming Start Action Copyright © 2009 Gadget Blog is Designed by Ipietoon Blogger Templates Sponsored by Online Business Journal